Rabu, 10 Desember 2014

Contoh makalah Klasifikasi makhluk hidup dan sel jaringan hewan

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Mahluk hidup di dunia ini mempunyai jenis yang tak terhitung jumlahnya. Setiap mahluk hidup tersebut mempunyai ciri-ciri yang dapat membedakan dirinya dengan mahluk hidup lainnya. Faktor yang menyebabkan keberagaman mahluk hidup adalah adanya pengaruh lingkunga, evolusi, dan adaptasi. Untuk mempermudah mempelajari berbagai jenis mahluk hidup, maka para ahli melakukan pengelompokan atau klasifikasi.
Setiap mahluk hidup yang hidup pasti mempunyai struktur penyusun tubuhnya mulai dari struktur yang masih kecil, sederhana, hingga kompleks. Sekecil apapun struktur penyusun tubuh mahluk hidup mempunyai fungsi masing-masing terhadap individu tersebut.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan klasifikasi atau pengelompokan makhluk hidup?
2.      Bagaimana klasifikasi atau pengelompokan makhluk hidup dari kingdom animalia?
3.      Apa yang dimasud dengan sel dan jaringan?
4.      Bagaimana bagian-bagian dan fungsi dari sel hewan?
5.      Apa saja macam-macam jaringan pada hewan?

C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari klasifikasi.
2.      Untuk mengetahui klasifikasi mahluk hidup dari kingdom animalia.
3.      Untuk mengetahui pengertian sel.
4.      Untuk mengetahui bagian-bagian dan fungsi dari sel hewan.
5.      Untuk mengetahui macam-macam jaringan hewan.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian klasifikasi
Klasifikasi adalah penggolongan atau pengelompokan berbagai jenis mahluk hidup untuk mempermudah  mempelajari jenis-jenis mahluk hidup tersebut. Klasifikasi disusun pertama kali oleh Carolus Linnaeus. klasifikasi didasarkan pada perbedaan atau persamaan ciri bentuk luar atau morfologi, susunan tubuh atau anatomi, ciri fisiologi, tingkah laku, dan kromosom.

B.     Klasifikasi kingdom animalia
Berdasarkan ada dan tidaknya tulang punggung, kingdom animalia dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu
a.       Invertebrata/ avertebrata (hewan tidak mempunyai tulang punggung)
b.      Vertebrata (hewan yang mempunyai tulang punggung).

a.      Invertebrata/ avertebrata
Hewan-hewan invertebrata dibagi kedalam delapan filum, yaitu:
1)      PORIFERA
Porifera berasal dari kata phorus : lubang kecil atau pori,
dan ferre : mempunyai. Jadi, porifera adalah hewan yang mempunyai pori-pori, sering disebut juga hewan spon (sponge). Pori-pori yang terdapat dalam tubuh Porifera terbentuk karena pada tubuh porifera terdapat kanal atau saluran air untuk mensirkulasikan air dalam tubuhnya. 
Porifera mempunyai ciri-ciri
·         tubuh bersel banyak dan bersifat radial simetris,
·         tubuh berlubang atau berpori,
·         hidup di air, meletakkan diri pada dasar air,
·         morfologi tubuhnya biasanya mirip tumbuhan,
·         sistem ekskresi dan respirasi dilakukan melalui difusi oleh seluruh permukaan tubuh, serta
·         reproduksi vegetatif dengan cara budding atau pertunasan dan gemmule atau butir benih, yang apabila porifera mati gemmule ini akan tumbuh menjadi individu baru. Reproduksi generatif dengan persatuan sel sperma dan sel telur membentuk zigot.
Porifera dibagi ke dalam tiga kelas, yaitu
a)      Calcarea, yang mempunyai ciri-ciri rangkanya berupa spikula yang dibentuk dari zat kapur. Contohnya Clathrina, Lecosolenia, Schypa. Sycon, dan Grantina.
b)      Hexactinallidae yang mempunyai ciri-ciri rangkanya berupa spikula yang dibentuk dari zat kersik atau silikat, memiliki duri denngan enam cabang. Contohnya  Arpergillum, Pheromena, Hyalonema, dan Euplectella.
c)      Demosongiae, yang mempunyai ciri-ciri tidak mempunyai spikula, tetapi hanya berupa serabu spongin, memiliki dua duri bercampur silikat yang monoakson, triakson, tetraakson, dan heksaakson. Contohnya Euspongia, Hippospongia, dan Spongilla.
Demospongi atau spons dapat dimanfaatkan manusia untuk mandi dan sebagai pembersih kaca.
2)      COELENTERATA
Coelenterata berasal dari kata coelos= rongga, dan enteron= usus. Jadi, coelenterata adalah hewan berongga. Coelenterata kadang-kadang berbentuk polip atau medusa. Coelenterata memiliki ciri-ciri:
·         Tubuh radial simetris (silindris, globular, atau spherikal).
·         Rangka tubuh tersusun dari zat kapur, zat tanduk, adapula yang tidak memiliki rangka.
·         Tidak memiliki anus, hanya memiliki mulut yang dikelilingi tentakel.
·         Setiap tentakel mengandung knidoblas yang menngandung benang berduri dan berisi racin yang disebut nematosit.
·         Sistem pencernaannya tidak lengkap, hanya memiliki rongga gastrovaskuler.
·         Sistem pernapasan melalui seluruh permukaan tubuh.
·         Perkembangbiakan vegetatifnya dengan pementukan tunas dan polip, sedangkan reproduksi generatifnya dengan pembuahan.
Contoh hewan dari coelenterata adalah
a)      Hydra sp., Obelia sp., dan Psysalia pelagica yang hidup berkoloni atau soliter serta siklus kidup terdiri atas fase polip dan medusa. Ketiga hewan tersebut termasuk ke dalam kelas Hydrozoa.
b)      Aurelia aurita, Pericolpa quadrigata, dan Lucernaria yang mempunyai tubuh menyerupai mangkuk. Siklus hidupnya terdiri atas fase polip dan fase medusa, tetapi fase medusa lebih menonjol. Ketiga hewan ini termasuk ke dalam kelas Scyphozoa.
c)      Metridium (anemon laut), Gorgonia flagellum (kipas laut) berbentuk seperti bunga, yang mempunyai fase hidup berupa polip. Hewan tersebut termasuk dalam kelas Anthozoa.
Coelenterata dapat diolah menjadi bahan kosmetik, bahan makanan, dapat melindungi pantai dari abrasi laut, serta dapat digunakan untuk tempat persembunyian dan perkembangbiakan ikan.
3)      PLATYHELMINTHES
Platyhelminthes (dalam bahasa yunani, platy = pipih, helminthes = cacing) atau cacing pipih adalah kelompok hewan yang struktur tubuhnya sedah lebih maju dibandingkan porifera dan Coelenterata.Tubuh Platyhelminthes memiliki tiga lapisan sel (triploblastik), yaitu ekstoderm, mesoderm, dan endoderm.
Ciri-ciri platyhelminthes antara lain:
·         Bertubuh pipih, epidermis bersilia, lembut, tanpa rongga badan.
·         Tidak mempunyai sistem peredaran darah dan sistem pernapasan.
·         Sistem perncernaannya tidak sempurna dan tanpa anus
·         Sistem syaraf berupa tangga tali
·         Hidup sebagai parasit
Platyhelminthes dibagi menjadi tiga kelas yaitu
a.       Kelas Turbellaria, dengan ciri-ciri
·         Tubuh berbentuk tongkat, epidermis bersilia, memiliki dua mata dan tanpa alat hisap.
·         Hidup di air tawar yang jernih, air laut, atau tempat lembab, dan jarang sebagai parasit.
·         Beregenerasi denngan memotong bagian tubuh.
·         Contohnya Planaria sp. dan Alaurina couposita.
b.      Kelas Cestoda
·         Tubuh seperti pita, terdiri atas kelapa atau skoleks dan tubuh atau strobila.
·         Memiliki alat penghisap berkait.
·         Bersifat hermaprodit.
·         Tiap segmen tubuhnya merupakan satu individu dan puna alat perkembangbiakan sendiri.
·         Contohnya Taenia saginata, Taenia solium (dalam usus manusia), Choanotaenia infidium (dalam usus ayam), Echinococcus granulosus (dalam usus anjing), dan Dipylidium latum (dapat menyerang manusia).
c.       Kelas Trematoda
·         Tubuh diliputi kutikula, tidak bersilia, dan simetris bilateral.
·         Mulut mempunyai alat penghisap.
·         Bersifat hermaprodit dan parasit/
·         Contoh Fasciola hepatica, Fasciola gogantica, Chlonorchis sinensi, dan sebagainya.

4)      NEMATHELMINTHES
Nemathelminthes adalah cacing yang berbentuk gilig. Ciri-ciri nemathelminthes adalah sebagai berikut:
·         Bentuk tubuh gilig dengan ujung meruncing.
·         Tubuhnya simetris bilateral dan tidak bersegmen.
·         Kulitnya tertutup lapisan kutikula.
·         Sistem respirasi melalui permukaan tubuh.
·         Saluran pencernaan sempurna.
·         Alat kelamin terpisah, tidak berkembangbiak secara seksual.
Klasifikasi Nemathelminthes terbagi atas dua kelas, yaitu
a.       Kelas Nematoda dengan ciri-ciri berbentuk silindris seperti benang. Contohnya Ascaris lumbricoides (cacing gelang), Necator americanus dan Ancylostoma duodenale (cacing tambang), Oxyrus vermicularis (cacing kremi), dan Wuchereria bancrofti (penyebab penyakit kaki gajah).
b.      Kelas Nematophora dengan ciri-ciri bertubuh bulat kecil seperti rambut, sehingga sering disebut cacing rambut. Contohnya Nectonema sp., dan Gordiust sp. (parasit pada Arthropoda).
Secara umum cacing Nemathelminthes bersifat parasit, tetapi ada pula caccing yang memiliki peranan penting dalam memelihara alam melalui jaring-jaring makanan, misalnya Ascaris lumbricoides dan Ascaris suillae.
5)      ANNELIDA
Annelida adalah cacing yang mempunyai tubuh yang beruas-ruas menyerupai cincin atau gelang. Annelida mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
-          Tubuh simetris bilateral, tertutup kutikula yang licin, panjang, dan beruas-ruas.
-          Dinding tubuh terdiri atas tiga lapisan atau triploblastik yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.
-          Berespirasi dengan menggunakan kulit.
-          Bagian depan meruncing dan tidak memiliki mata.
-          Mempunyai alat pencernaan makanan yang lengkap, dari mulut sampa anus
-          Bersifat hermaprodit.
Klasifikasi Annelida terbagi menjadi tiga kelas, yaitu:
a)      Kelas Polychaeta, yang mempunyai ciri-ciri tubuhnya beruas-ruas, hidup di laut, mempunyai banyak setae, dan enak untuk dimakan. Contohnya cacing wawo di kepulaian Maluku dan cacing Palolo di Lautan Pasifik.
b)      Kelas Oligochaeta, yang mempunyai tubuh beruas-ruas, setae sedikit, bentuknya silindris, bersifat hermaprodit. Contohnya adalah Lumbricus terestris (cacing tanah), Pheretima musica, dan Tubifex.
c)      Kelas Hirudinae yang mempunyai ciri-ciriterdapat banyak lekukan-lekukan, tidak terdapat satae, memiliki dua bbuah alat penghisap, bersifat hermaprodit, serta memiliki zat hirudinin yang menyebabkan darah sukar membeku saat dihisap. Contohnya Hirudo medicinalis (lintah) dan Haemodipsa sp. (pacet).
6)      MOLLUSCA
Mollusca merupakan hewan yang bertubuh lunak.Tubuhnya lunak dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang. Hewan ini tergolong triploblastik selomata. Mollusca memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
§  Bertubuh lunak, multiseluler, dan triploblastik.
§  Sebagian besar mempunyai cangkang dai zat kapus.
§  Memiliki kepala yang jelas dengan organ reseptor khusus.
§  Memiliki kaki berotot untuk bergerak.
§  Lubang anus dan ekskretori umumnya membuka ke dalam rongga mantel.
§  Organ ekskresi berupa ginjal.
§  Memiliki saluran peredaran darah.
Mollusca diklasifikasikan ke dalam beberapa kelas, yaitu:
a)      Kelas Polyplacophora atau Amphineura, yang memiliki tubuh bilateral , cangkang tersusun atas delapan buah lembaran transversal dari zat kapur, kaki menempati daerahsepanjang bagian tubuh, hidup di air dan bernapas dengan insang. Contohnya adalah Chiton sp.
b)      Kelas Gastropoda memiliki tubuh asimetris, bergerak dengan kaki yang ada di perut, mempunyai cangkang tunggal dengan bentuk spirat serta ukuran dan warnanya beragam, tetapi ada juga yang tidak mempunyai cangkang. Hidup di darat atau air, bernapas dengan paru-paru atua insang. Contohnya  Achantina fulica, Limax maximus, Lymnea javanica, dan Helix pomantia.
c)      Kelas Bivalvia, yang mempunyai tubuh simetris bilateral dan berkaki pipih, memiliki mantel dengan rongga mantel, memiliki sepasang cangkang, memiliki insang yang berupa lembaran. Contohnya Remis sp., Pincyada margaritifera, dan Pinctada mertensi.
d)     Kelas Chepalopoda yang mempunyai kaki yang bergabung dengan kepala dalam bentuk tangan, tentael, atau siphon. Biasanya tidak bercangkang dan mempunyai kangtong tinta, serta bernapas menggunakan insang. Contohnya Loligo sp. (cumi-cumi) dan Octopus sp (gurita).
e)      Kelas Scaphoda dengan ujung tubuhnya bercangkok seperti gading gajah, serta hidup di air laut. Contohnya Detalium entale.
Mollusca mempunyai peran dalam kehidupan manusia, diantaranya sebagai bahan makanan, sebagai barang perhiasan, tetapi ada pula yang merupakan hama tanaman.
7)      ARTHROPODA
Arthropoda adalah hewan yang memiliki kaki berbuku-buku atau beruas-ruas. Ciri-cirinya antara lain:
·         Tubuh terbagi atas kepala, dada, dan perut.
·         Memiliki rangka luar dari zat tanduk, yang pada waktu tertentu akan berganti kulit.
·         Alat pencernaan berkembang sempurnaalat ekskresi berupa kelenjar hijau pada golongan udang-udangan.
·         Alar perbafasan berupa insang pada udang-udangan, trakea pada serangka, serta paru-paru buku pada kalajnhking dan laba-laba.
·         Bereproduksi secara genratif
Arthropoda diklasifikasikan ke dalam bebrapa kelas, yatu:
a)      Kelas Crustacea dengan tubuh terdiri atas  cephalothorax dan abdomen, memiliki sepasang mata faset dan satu buah antena, memiliki kaki disetiap ruas, serta alat respirasinya berupa insang. Contohnya Pagurus sp., Penaeus monodon, Ochipoda, dan Cambarus sp.
b)      Kelas  Chilopoda dengan tubuh pipih memanjang dan bersegmen, terdiri atas kepala dan abdomen, memiliki sepasang antena dan satu pasang kaki di setiap segmen, serta mempunyai alat respirasi berupa trakhea. Contohnya Scolopendridae heros (kelabang).
c)      Kelas Diplopoda yang tubuhnya terdiri atas kepala dan dada, mempunyai antena yang ridak jelas, bersegmen banyak bengan dua pasang kaku pada setiap segmen, alat respirasi berupa trakea. Contohnya Spirobilus sp. (kaki seribu).
d)     Kelas Arachinoida dengan tubuh terdiri atas kepala dan perut, memiliki empat pasang kaki, tubuhnya tidak bersegmen, tidak memiliki antena, serta bernapas dengan paru-paru. Contohnya Limulus poliphemus, Centuroides, dan Heterometrus cyanicus.
e)      Kelas Insecta, tubuhnya terdiri atas kepala, dada, dan perut, mmeiliki antena, mata facet, mata tunggal, memiliki sayap, serta alat respirasinya berupa trakea. Contohnya Mantris religlosa, Apis mellifera, Valanga magricormis, Magicicada septendicum, Pieris rapae, Crocotharmis sp., dan Phyllopnaga.
Arthropoda mempunyai peran bagi kehiduoan manusia. Contohnya kupu-kupu  yang membantu proses penyerbukan, lebah madu yang dapat menghasilkan madu, ulat sutra yang dapat menghasilkan benang sutra, serta Crustacea yang dapat dijadikan bahan makanan. Namun, ada juga insecta yang dapat merugukan , yaitu insecta yang menjadi hama bagi tanaman.
8)      ECHINODERMATA
Echinodermata adalah hewan yang mempunyai kulit berbentuk seperti duri, yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
·         Terdiri atas kepala dan abdomen.
·         Memiliki 4 pasang kaki.
·         Tubuh tidak bersegmen, tubuh tertutup rangka kapur dan berduri.
·         A;at pencernaan berkembang sempurna, dari mulut sampai anus.
·         Sistem ekskresi dengan sel amoeboid.
·         Alat pernapasan berupa dermal btanchiata, kaki tabung atau tentakel, serta kaki insang.
·         Hermaprodit.
Echinodermata dapat diklasifikasikan dalam lima kelas, yaitu:
a)      Kelas Ophiuroidea, dengan bentuk tubuh seperti ular, tidak memilki celah ambulakral, serta berlengan panjang yang ramping dan mudah digerakkan. Contohnya Opiutrix sp., Ophiura sp., dan Ophiuderma sp.
b)      Kelas Echinodea, bentuk tubuhnya seperti landak, cakram, atau globular. Rangkanya tersusun dari keping-keping kapur, tubuh berduri, tidak memiliki celah ambulakral, serta tidak mempunyai tangan. Contohnya Arbacia punktulata, Diadema sp., dan Echinarachinus sp.
c)      Kelas Holoturoidea yang berkulit duri yang halus, bertubuh seperti mentimun, memiliki tentakel, tidak memiliki lengan, serta bergerak lembut dan fleksibel. Contohnya Tryone briares, dan Holontura sp.
d)     Kelas Asteroida yang berbentuk seperti bintang, tubuh trbagi menjadi lima tangan, memiliki celah ambulakral, serta memiliki mata dan tentakel pada ujung lengan. Contohnya Asterias forbest, Pentaceros sp., dan Linkhia sp.
e)      Kelas Crinoide yang tubuhnya mirip tumbuhan bunga, memiliki lima lengan, serta mulut dan anud terdapat di permukaan oral. Contohnya Metacrinus sp., dan Antedon tenella.
b.      Vertebrata
Vertebrata atau hewan yang mempunyai tulang belakang dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu:
1)      Pisces atau ikan. Pisces mempunya ciri-ciri sebagai berikut:
·         Tubuhnya pipih baik lateral maupun dorsoventral.
·         Hidup di air.
·         Kulit tubuh bersisik dan berlendir.
·         Bernapas dengan insang.
·         Berenang dengan menggunakan sirip.
·         Mempunyai gurat sisi untuk mengetahui tekanan air.
·         Memiliki jantung yang terdiri dari dua ruangan.
·         Mempunyai gelembung renang.
·         Berdarah dingin.
·         Berkembang biak dengan bertelur.
Berdasarkan penyusun tulangnya, ikan dibedakan menjadi dua subkelas yaitu
a)      Ikan bertulang rawan (Chondrichthyes), contohnya ikan cucut, ikan pari, dan ikan hiu.
b)      Ikan bertulang sejati (Osteichthyes) contohnya ikan mas, ikan kakap, ikan bandeng, ikan gurami, dan sebagainya.
Ikan dapat dimanfaatkan manusia sebagai bahan makanan, serta dapat dibudidayakan sebagai ikan hias.
2)      Amphibia atau amfibi. Amfibi mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
·         Memiliki dua fase hidup, yaitu fase kehidupan di darat dan di laut.
·         Memunyai kulit lembab dan berlendir.
·         Memiliki dia pasang kaki.
·         Berkembangbias dengan melepaskan telurnya dan dibuahi oleh pejntan di luar tubuh.
Amfibi dibedakan menjadi tiga ordo, yaitu
a)      Ordo Urodela, contohnya Salamander.
b)      Ordo Anura, contohnya katak hijau dan kodok darat.
c)      Ordo apoda, contohnya Ichtyosis glutinous, yang merupakan amfibi yang tidak berkaki dengan bentuk tubuh memanjang seperti cacing.
3)      Reptilia atau hewan melata. Reptil mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
·         Tubuh terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor.
·         Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan darat.
·         Bernapas dengan paru-paru.
·         Tubuh tertutup oleh kulit yang kering.
·         Dapat mengelupas seperti pada sisik ular.
·         Berkembang biak melalui perkawinan.
Reptilia dibedakan menjadi empat ordo yaitu:
a)      Ordo Squamata
Ordo ini dibedakan menjadi subordo Lacertilia (contohnya kadal, bunglon, dan komodo) dan subordo Ophidia (contohnya ular piton, ular laut, ular kobra).
b)      Ordo Chelonia
Hewan pada ordo ini bertubuh tertutup oleh perisai berupa lempengan tungang yang disebut karapaks pada bagian atas, serta plastron pada bagian bawah yang berfungsi untuk melindungi organ tubuhnya. Contohnya adalah kura-kura dan penyu.
c)      Ordo Crocodilla
Hewan pada ordo ini memiliki kulit tebal serta rahang dan gigi yang kuat. Otot ekor berkembang baik untuk mendorong tubuhnya saat berenang di air. Contohnya adalah buaya dan aligator.
d)     Ordo Rhynchocephalia
Ordo ono merupakan ordo paling primitif. Jenis yang masih hidup hanya jenis Tuantara yang hidup di Selandia Baru.
4)      Aves atau burung. Aves mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
·         Tubuh terdiri dari kepala, leher, badan, dan ekor.
·         Tubuh tertutup bulu yang terdiri dari zat keratin.
·         Mempunyai paruh, mata, dan lubang hidung.
·         Memiliki dua pasang kaki.
·         Bernapas dengan paru-paru.
·         Hidup di darat
Burung dapat dimanfaatkan manusia sebagai sumber daging, sebagai hewan hias, serta dapat membantu dalam pemberantasan hama tanaman.
5)      Mamalia atau hewan menyusui. Mamalia mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
·         Memiliki kelenjar susu.
·         Tubuh ditutupi oleh rambut.
·         Bernapas dengan paru-padu.
·         Umunya hidup di darat, tetapi ada pula yang hidup di laut.
·         Sistem pencernaannya sempurna dan kompleks.
·         Berkembang biak dengan berana.
Mamallia dibagi menjadi sebelas ordo, yaitu:
a)      Monotrema atau mamalia bertelur, contohnya Platypus dan Ecchidna.
b)      Mamalia berkantung, contohnya koala, kanguru, dan kuskus.
c)      Mamalia tidak bergigi contohnya trenggiling dan armadilo.
d)     Karnivora atau binatang buas contohnya singa, harimau, kucing, dan anjing.
e)      Mamalia pemakan serangga contohnya cucurut dan landak.
f)       Mamalia yang hidup di air contohnya paus, pesut, singa laut dan lumba-lumba.
g)      Mamalia bertelapak, terdiri dari dua spesies yaitu
-          Mamalia berkuku ganjil, contohnya kuda dan keledai berteracak satu, serta badak dan tapir bertelacak tiga.
-          Mamalia berkuku genap contohnya sapi, kambing, kerbai, dan banteng.
h)      Mamalia pengerat contohnya kelinci, tikus, tupai, dan marmut.
i)        Mamalia berbelalai contohnya gajah.
j)        Mamalia terbang contohnya kelelawar.
k)      Bangsa primata atau bangsa kera, contohnya kera, monyet, orangutan, simpanse, dan gorilla.

C.     Pengertian Sel dan Jaringan
1.           Pengertian Sel.
Sel berasal dari bahasa Latin, yaitu cella yang berarti ruangan kecil. Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke (1693-1703), seorang ilmuan dari Inggris. Ia mengamati sayatan tipis gabus tutup botol melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Ada beberapa teori tentang sel, antara lain:
a.       Sel merupakan kesatuan struktural dari makhluk hidup. Semua makhluk hidup tersusun  atas sel. Teori ini dikemukakan oleh M. Scheleiden (1804-1881), yang merupakan penemu sel tumbuhan, serta Thoedore Schwann (1810-1882), yang merupakan penemu sel hewan.
b.      Sel merupakan kesatuan fungsional makhluk hidup dan mengatur fungsi pada makhluk hidup (Max Schulze, 1961).
c.       Sel adalah kesatuan pertumbuhan dari makhluk hidup. Makhluk hidup berasal dari pertumbuhan sel sebelumnya “omne cellulae a cellulae” (Rudolf Virchow, 1958).
d.      Sel merupakan kesatuan hereditas (sifat menurun) makhluk hidup. Sel mengandung sifat keturunan (genetik)atau hereditas yangdiwariskan pada keturunannya (Gregor Mendel, 1822-1884).
Dari pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sel adalah bagian terkecil penyusun tubuh makhluk hidup.
2.      Pengertian Jaringan
Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai asal, struktur, dan fungsi yang sama, sehingga jaringan hanya dimiliki oleh makhluk hidup bersel banyak atau multiseluler.

D.    Bagian dari Sel Hewan
Sel hewan memiliki bagian-bagian atau struktur sel, yaitu:
a.       Membran sel
Membran sel merupakan bagian sel yang paling luar. Membran sel merupakan suatu selaput yang tersusun dari lemak (dua lapis; terdapat di bagian tengah membran) dan protein yang terdiri atas protein perifer atau protein tepi yang menyusun tepi luar dan dalam membran serta protein integral yang menembuas ke dalam dua lapisan lemak, yang bersifat semipermeable, artinya membran sel hanya bisa dilewati oleh zat-zat tertentu saja seperti air, zat yang larut dalam lemak, dan ion tertentu.
Membran sel berfungsi untuk melindungi isi sel. Mengatur keluar masuknya molekul-molekul yang bersifat semipermeable, serta berfungsi sebagai reseptor, yaitu glikopen.
b.      Sitoplasma
            Sitoplasma merupakan cairan sel (selain neukleoplasma atau plasma inti) yang mengandung berbagai macam zat yang berbentuk koloid. Sitoplasma terdapat diantara membran sel dan inti sel. Komponen terbesar dalam sitoplasma adalah air, yaitu sebesar 80-90%. Zat-zat lain yang larut dalam sitoplasma adalah glukosa, protein, lemak, garam mineral, vitamin, dan hormon.
Sitoplasma berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan-bahan kimia yang penting bagi metabolisme sel (enzim-enzim, ion-ion, gula, lemak, dan protein), tempat terjadinya pembongkaran dan penyusunan zat-zat melalui reaksi-reaksi kimia. Contohnya pembentukan energi, sistesis asam lemak, asam amino, dan nukleotida.
c.       Nukleus atau Inti Sel
Nukleus adalah organel terbesar yang terdapat dalam sel. Nukleus terletak di tengah sel dan berbentuk bulat atau oval. Nukleus dibatasi oleh sepasang membran inti yang berpori.
Nukleus terdiri atas:
ü Membran nukleus, yaitu membran luar yang langsunng berhubungan dengan retikulum endoplasma dan akhirnya ke membran sel.
ü Nukleoplasma, disebut juga matriks nukleus yang bersifat gen, yang tersusun atas air, protein, ion, enzim, dan asam inti. Nukleoplasma mengandung benang-benang kromatin (benang penyerap warna), yang disebut dengan kromosom. Kromosom terdiri atas protein dan DNA. dNA akan mengopi diri membentuk RNA.
ü Nukleolus, yang disebut juga anak inti yang terbentuk pada saat terjadi proses sintesis RNA dalam nukleus. Nukeolus merupakan suatu tanda bahwa sel sedang melakukan transkripsi RNA.
Nukleolus mempnuyai beberapa fungsi antara lain sebagai pengendali seluruh kegiatan sel, pengatur pembelahan sel, pembawa informasi genetik, yaitu DNA, yang akan mewariskan sifat-sifatnya melalui pembelahan sel.
d.      Sentriol
Sentriol dapat dilihat ketika sel melakukan pembelahan. Pada fase tertentu sentriol memiliki silia/flagel dan hanya ditemui pada sel hewan. Sentriol terletak tegak lurus antarsesamanya dua bagian. Tiap-tiap bagian menunjukkan kutub sel, maka terbentuklah benang-benang spindel yang menghubungkan kedua kutub dan berfungsi menarik kromosom menuju kutub masing-masing.
e.       Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma adalah lanjutan dari membran luar inti sel yang membentuk saluran berliku menuju sitoplasma dan bermuara pada membran sel. Retikulum endoplasma terbagi mendaji dua, yaitu:
a)      retikulum endoplasma kasar, merupakan retikulum endoplasma yang penuh dengan ribosom yang tampak seperti bintik-bintik, berfungsi untuk sintesis protein, dan
b)      retikulum endoplasma halus, merupakan retikulum endoplasma yang tidak mengandung ribosom, berfungsi untuk mensintesis molekul-molekul lemak.
Retikulum endoplasma berfungsi untuk menampung protein yang dihasilkan oleh ribosom yang masuk ke dalam retikulum endoplasma untuk disalurkan ke kompleks golgi yang berakhir pada sel. Hal itu dilakukan oleh retikulum endoplasma kasar, mensintesis lemak dan kolesterol, dilakukan retikulum endoplasma kasar dan halus, menetralkan racun oleh retikulum endoplasma halus, serta transportasi molekul-molekul yang satu ke bagian yang lain, dilakukan oleh retikulum endoplasma kasar dan halus.
f.       Ribosom
Ribosom merupakan bagian terkecil yang berbentuk butiran-butiran, yang terdapat di sitoplasma maupun menempel pada membran retikulum endoplasma. Ribosom berfungsi untuk mensintesis protein.
g.      Badan Golgi atau Kompleks Golgi
Badan golgi tersusun atas membran yang berbentuk kantong pipih, berupa pembuluh, gelembung kecil, atau bentukan seperti mangkuk. Badan golgi berfungsi untuk mengeluarkan protein dan lendir, sehingga sering disebut juga organ sekresi.
h.      Lisosom
Lisosom merupakan membran yang berbentuk kantung kecil, berisi enzim hidrolase yang disebut lisozim. Lisozim berfungsi untuk mencerna zat-zat yang masuk ke dalam sel
Proses pencernaan oleh lisosom:
Misalnya, sel menelan benda asing berupa bakteri secara fagositosisà bakeri dimasukkan ke dalam vakuolaà didatangi lisosomà membran lisosom dan membranvakuola bersinggunganà membran bersatuàenzim dari lisosom masuk ke vakuolaà mencerna bakteri.
i.        Vakuola
Vakuola adalah ruangan sel yang berisi cairan dan dibatasi oleh suatu membran yang sama dengan membran sel. Vakuola pada sel hewan berukuran kecil. Pada protozoa terdapat vakuola makanan yang berisi makanan dan berfungsi untuk mencerna makanan, serta vakuola berdenyut atau vakuola kontraktil berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa berbentuk cair dan mengatur keseimbangan air pada sel.
j.        Badan Mikro
Badan Mikro pada sel hewan terdiri atas peroksiskom. Peroksiskom, banyak terdapat pada sel-sel yang banyak melakukan respirasi, seperti sel hati, ginjal, dan otot. Peroksiskom mengandung enzim katalase yang menguraikan hidrogen peroksida yang bersifat racun menjadi oksigen dan air. Peroksiskom berperan dalam metabolisme lemak dan fotorespirasi.
k.      Mitokondria
Mitokondria merupakan srtuktur yang berbentuk bermacam-macam dengan ukuran sebesar bakteri. Secara umum, mitokondria berbentuk butiran/benang dan sifatnya mudah berubah.
Mitokondria memiliki dua membran, yaitu membran luar (yang mirip dengan plasma) dan membran dalam dimana pada membran dalam terjadi pelekukan kearah dalam membentuk krista, dimana permukaan membran semakin luas sehingga proses respirasi semakin efektif.
l.        Mikortobulus dan Mikrofilamen
Mikrotobulus berupa benang-benang spindel kaku yang menghubungkan dua kutub sel pada waktu pembelahan. Selain itu berguna pula untuk menyusun sentriol, flagel, dan silia. Secara umum, mikrotobulus berguna pada pergerakan sel.
Mikrofilamen merupakan benang-benang halus, tipis, dan memanjang. Mikrofilamen mempunyai dua protein yaitu aktin dan miosin. Mikrofilamen banyak terdapat pada sel-sel otot dan membentuk rangka dalam pada sel.

E.             Macam- macam Jaringan Hewan
Jaringan pada vertebrata, atau hewan tingkat tinggi yanng mempunyai tulang belakang, dalam dikelompokkan menjadi lima macam, yaitu:
1.      Jaringan meristematik
Jaringan meristematik pada hewan terdapat pada tahap perkembangan embrio dan hanya pada bagian tertentu, seperti pada ujung tulang pipa yang masih muda dan pada sumsum tulang belakang yang membentuk sel-sel darah.

2.      Jaringan epitel
Jaringan epitel merupakan jaringan untuk menutupi tubuh, atau bagian alat tubuh serta melindungi jaringan yang lain. Jaringan epitel terdiri atas sel-sel yang tersusun rapat sehingga tidak ada ruang antarsel. Lapisan epitel bertumpu pada suatu membran dasar. Sel-sel epitel ada pula yang dilengkapi dengan silia atau rambut-rambut halus pada permukaannya.
Berdasarkan atas banyak lapisan sel penyusunnya, epitel dibedakan menjadi epitel selapis (epitel sederhana) dan epitel berlapis, sedangkan epitel yang berdasarkan bentuk selnya dapat dibedakan menjadi:
a)      Jaringan epitel pipih
Jaringan epitel pipih terdapat pada ginjal, paru-paru, pembuluh darah, dan jantung. Funngsinya untuk proses osmosis dan difusi, serta filter atau penyaring  zat ke dalam tubuh.
b)      Jaringan epitel kubus
Jaringan epitel kubus terdapat pada permukaan ovarium, lensa mata, saluran ginjal, sel pigmen, retina, dan kelenjar. Fungsinya untuk sekresi dan penyerapan.
c)      Jaringan epitel selapis kolumner
Jaringan epitel selapis kolumner terdapat apda alat pernapasan dan daluran pencernaan. Fungsinya untuk sekresi lendir pada alat pernapasan dan saluran pencernaan.
Berdasarkan struktur dan fungsinya, epitel dibedakan menjadi:
a)      Jaringan epitel penutup
Jaringan ini terdapat di permukaan tubuh, permukaan organ, melapisi rongga, atau lapisan di sebelah dalam dari saluran pencernaan dan pembuluh darah. Jaringan ini berperan untuk melapisi tubuh dan jaringan lainnya.
b)      Jaringan epitel kelenjar
Jaringan ini tersusun oleh sel-sel khusus yang mampu menghasilkan sekret dan getah cair. Berdasarkan cara kelenjar mensekresikan cairannya, kelenjar dapat dibedakan menjadi:
-          Kelenjar eksokrin, yang merupakan kelenjar yang memiliki saluran pengeluaran untuk mengeluarkan hasil sekresinya berupa air ludah, enzim, dan keringat.
-          Kelenjar endokrin, merupakan kelenjar yang tidak memiliki saliran pengeluaran. Hormon yang dihasilkan langsung masuk ke pembuluh darah.
3.      Jaringan Pengikat (Penyokong)
Jaringan  pengikat atau penyokong merupakan jaringan yang menghubungkan antara jaringan yang satu dengan jaringan yang lain. Letak sel-sel jaingan pengikat relatif berjauhan, sehingga terdapat ruang interseluler interseluler yang mengandung matriks lebih banyak. Fungsi jaringan pengikat adalah sebagai berikut:
a)      mengikat suatu jaringan ke jaringan yang lain,
b)      membungkus organ-organ,
c)      mengisi rongga diantara organ,
d)     mengangkut zat oksigen dan makanan ke jaringan lain,
e)      mengangkut sisa-sisa metabolisme ke alat pengeluaran,
f)       menghasilkan kekebalan,
g)      mengganti jaringan yang rusak,
h)      menetralkan racun, dan
i)        membentuk keranka penyokong.
Jaringan pengikat terdiri atas empat macam, yaitu
a.       Jaringan ikat biasa
Jaringan ikat biasa terdiri atas jaringan ikat padat dan jaringan ikat longgar. Contoh jaringan ikat padat adalah pada tendon otot (ujung berkas otot yang melekat pada tulang), sedangkan jaringan ikat longgar merupakan jaringan pengisi ruangan diantara organ-organ.
b.      Jaringan ikat khusus
Jaringan ikat khusus merupakan jaringan yang memiliki fungsi khusus, seperti menyimpan energi dalam bentuk lemak, menahan goncangan, dan membentuk darah.
c.       Jaringan ikat penyokong
Jaringan ikat penyokong terdiri atas:
1)      Jaringan tulang rawan (kartilago)
Jaringan ini bersifat kuat dan lentur. Jaringan tulang rawan berfungsi sebagai rangka tubuh pada awal embrio, menunjang jaringan lunak dan organ dalam, serta melicinkan permukaan tulang dan sendi. Ada tiga macam tulang rawan yaitu tulang rawan hialin (terdapat pada ujung tulang rusuk, cakram episfis, dan permukaan tulang di daerah persendian), tulang rawan elastis (terdapat pada daun telinga, epiglotis, dan bronkiolus), serta tulang rawan fibrosa (terdapat pada pertemuan tulang kemaluan).
2)      Jaringan tulang sejati
Jaringan tulang sejati merupakan jaringan ikat yang mengandung mineral yang disusun oleh sel-sel tulang. Ada dua macam tulang sejati, yaitu tulang kompak atau tulang padat, serta tulang bunga karang atau tulang berongga. Jaringan tulang rawan sejati dapat ditemukan pada tulang panjang.
d.      Jaringan ikat penghubung
Jaringan ikat penghubung terdiri atas jaringan darah dan jaringan limfa. Secara umum, sel-sel darah dibentuk dalam sumsum tulang, kecuali limfosit dan monosit (sel darah putih), dibentuk di dalam jaringan limfe.
Jaringan darah terdiri atas:
1)      Plasma darah, merupakan zat antarsel yang mengandung sel darah dan keping darah. Plasma darah mengandung zat organik dan anorganik.
2)      Sel darah merah (eritrosit), berfungsi sebagai pengangkut oksigen dan hemoglobin.
3)      Sel darah putih (leukosit) berfungsi sebagai pelindung terhadap benda asing yang masuk ke tiubuh
4)      Keping darah (trombosit) berperan dalam proses pembekuan darah.
Jaringan limfe atau getah bening adalah cairan yang dikumpulkan dari jaringan-jaringan dan kembali ke aliran darah ditambah dengan limfosit dan antibodi. Sel limfosit adalah salah satu jenis sel darah putih (leukosit)dan berfungsi sebagai penghasil antibodi.
4.      Jaringan Otot
Jaringan otot berperan dalam pergerakan organ tubuh, umumnya terdiri atas sel-sel yang berbentuk serabut, sel-selnya tersusun dalam berkas-berkas yang dibungkus oleh jaringan pengikat. Kemampian otot untuk berkontraksi disebabkan adanya serabut konttraktil yang disebit miofibril.
Jaringan otot terdiri atas tiga macam, yaitu:
a.       Jaringan otot rangka atau jaringan otot lurik
Jaringan otot rangka terdiri atas sel-sel otot yang memiliki garis gelap dan terang berelang-seling apabila diamati dibawah mikrooskop. Selnya berbentuk silinder dan berinti banyak ditengah sarkoplasma. Otot rangka bekerja dibawah kesadaran, dan berkontraksi kuat, tetapi mudah lelah. Otot rangka biasanya melekat pada rangka seperti bisep dan trisep.
b.      Jaringan otot polos
Jaringan otot polos tidak mempunyai serabut kontraktil yang mempunyai garis gelap terang, serta selnya bergelendong. Selnya berinti satu, bekerja secara tidak sadar. Kontraksinya lambat dan tidak cepat lelah. Otot polos terdapat pada lambung, usus, otot visera, serta pembuluh darah.
c.       Jaringan otot jantung
Jaringan otot jantung terdiri atas sel-sel yang memiliki garis gelap dan terang, serta bercabang-cabang yang saling berhubungan satu sama lain. Selnya mempunyai banyak inti, kontraksinya secara tidak sadar, kuat, dan berirama. Jaringan otot jantung terdapat pada jantung.
5.      Jaringan syaraf
Jaringan syaraf terdiri atas sel-sel syaraf (neuron)yang berfungsi untuk menerima dan memindahkan rangsang dari bagian tubuh yang satu ke bagian tubuh yang lainnya.
Neuron mempunyai dua bagian utama yaitu badan sel dan prosesus atau penjuluran sitoplasma, yang terdiri atas dendrit dan akson.
Dendrit adalah serabut khusus yang bercabang-cabang, berfungsi untuk menerima sinyal dan menyalurkannya ke badan sel.
Akson adalah serabut panjang yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari cadan sel ke neuron lain atau menyampaikan respons ke organ efektor. Akson seringkali diselubungi oleh sel Schwann
Neuron dibagi menjadi tiga, yaitu neuron sensorik (menyampaikan impuls dari indra ke syaraf pusat), neuron motorik (menyampaikan impuls dari syaraf pusat ke organ efektor), serta neuron konektor atau jaringan konektor (penghubung antara neuron sensorik dan neuron motorik).





BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan pada pembahasan di atas maka kesimpulan yang dapat dipaparkan pada makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Pengertian klasifikasi
Klasifikasi adalah penggolongan atau pengelompokan berbagai jenis mahluk hidup untuk mempermudah  mempelajari jenis-jenis mahluk hidup tersebut.
2.      Klasifikasi makhluk hidup dari kingdom animalia
Berdasarkan ada dan tidaknya tulang punggung, kingdom animalia dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu
a.       Invertebrata/ avertebrata (hewan tidak mempunyai tulang punggung)
b.      Vertebrata (hewan yang mempunyai tulang punggung).
3.      Pengertian sel
Sel berasal dari bahasa Latin, yaitu cella yang berarti ruangan kecil. Sel merupakan bagian terkecil penyusun tubuh makhluk hidup.
4.      Bagian-bagian dan fungsi sel hewan
Sel hewan memiliki bagian-bagian atau struktur sel, yaitu:
a.       Membran sel
Membran sel berfungsi untuk melindungi isi sel. Mengatur keluar masuknya molekul-molekul yang bersifat semipermeable, serta berfungsi sebagai reseptor, yaitu glikopen.
b.      Sitoplasma
Sitoplasma berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan-bahan kimia yang penting bagi metabolisme sel (enzim-enzim, ion-ion, gula, lemak, dan protein), tempat terjadinya pembongkaran dan penyusunan zat-zat melalui reaksi-reaksi kimia.
c.       Nukleolus atau inti sel
Nukleolus mempunyai beberapa fungsi antara lain sebagai pengendali seluruh kegiatan sel, pengatur pembelahan sel, pembawa informasi genetik, yaitu DNA, yang akan mewariskan sifat-sifatnya melalui pembelahan sel.
d.      Sentriol
Sentriol terletak tegak lurus antarsesamanya dua bagian. Tiap-tiap bagian menunjukkan kutub sel, maka terbentuklah benang-benang spindel yang menghubungkan kedua kutub dan berfungsi menarik kromosom menuju kutub masing-masing.
e.       Retikulum Endoplasma
Retikulum endoplasma berfungsi untuk menampung protein yang dihasilkan oleh ribosom yang masuk ke dalam retikulum endoplasma untuk disalurkan ke kompleks golgi yang berakhir pada sel.
f.       Robosom
Ribosom berfungsi untuk mensintesis protein.
g.      Badan Golgi atau Kompleks Golgi
Badan golgi berfungsi untuk mengeluarkan protein dan lendir, sehingga sering disebut juga organ sekresi.
h.      Lisosom
Lisosom merupakan membran yang berbentuk kantung kecil, berisi enzim hidrolase yang disebut lisozim. Lisozim berfungsi untuk mencerna zat-zat yang masuk ke dalam sel
i.        Vakuola
Pada protozoa terdapat vakuola makanan yang berisi makanan dan berfungsi untuk mencerna makanan, serta vakuola berdenyut atau vakuola kontraktil berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa berbentuk cair dan mengatur keseimbangan air pada sel.
j.        Badan Mikro
Badan Mikro pada sel hewan terdiri atas peroksiskom. Peroksiskom mengandung enzim katalase yang menguraikan hidrogen peroksida yang bersifat racun menjadi oksigen dan air. Peroksiskom berperan dalam metabolisme lemak dan fotorespirasi.
k.      Mitokondria
Mitokondria memiliki dua membran, yaitu membran luar (yang mirip dengan plasma) dan membran dalam dimana pada membran dalam terjadi pelekukan kearah dalam membentuk krista, dimana permukaan membran semakin luas sehingga proses respirasi semakin efektif.
l.        Mikortobulus dan Mikrofilamen
Mikrotobulus berupa benang-benang spindel kaku yang menghubungkan dua kutub sel pada waktu pembelahan dan untuk menyusun sentriol, flagel, dan silia. Secara umum, mikrotobulus berguna pada pergerakan sel.
5.      Macam-macam jaringan hewan
Jaringan pada vertebrata, atau hewan tingkat tinggi yanng mempunyai tulang belakang, dalam dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu:
a.       Jaringan meristematik
b.      Jaringan epitel
c.       Jaringan pengikat (penyokong)
d.      Jaringan otot
e.       Jaringan syaraf










DAFTAR PUSTAKA

Nunung Nurhidayati. (2009). Pelajaran IPA-Biologi  Bilingual untuk SMP/MTs kelas VII. Bandung: Yrama Widya.
Kusnandi, Soni Muhsihin, Yayan Sanjaya. (2010). Buku Saku Biologi SMA. Jakarta: PT. Kawan Pustaka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar